Pendidikan Anti Korupsi, SMAN 1 Natar punya Kantin Kejujuran, Sekaligus jadi 'Marketplace' Murid

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 08:05 WIB
Kepala SMAN 1 Natar Drs. Agusnardi MM bersama Ketua Komite Aliyudin dan Anggota komite menunjukan bangunan kantin kejujuran yang baru diresmikan (Lampung Ekspose )
Kepala SMAN 1 Natar Drs. Agusnardi MM bersama Ketua Komite Aliyudin dan Anggota komite menunjukan bangunan kantin kejujuran yang baru diresmikan (Lampung Ekspose )

LAMPUNG EKSPOSE - Bertujuan meningkatkan pendidikan karakter anak murid, SMAN 1 Natar, Lampung Selatan membuat kantin kejujuran di dalam lingkungan sekolah.

Kantin kejujuran tersebut baru saja selesai dibangun di bagian belakang gedung utama sekolah. Dari pantauan, terlihat ada satu bangunan dengan dua ruangan yang disiapkan untuk barang dagangan.

Kepala SMAN 1 Natar Drs. Agusnardi, M.M memaparkan, mereka membangun kantin kejujuran tersebut sebagai laboratorium praktek pendidikan anti korupsi. "Intinya niatan kami adalah memberikan pendidikan karakter ke murid. Selain dagangan kami juga meletakkan kotak kejujuran di situ dengan fungsi ketika ada yang menemukan barang bisa diletakkan di sana," ujarnya.

Baca Juga: Arinal Sebut Kolaborasi KPB dan BUMDes Untuk Kesejahteraan Petani

Menyinggung dana pembangunan kantin kejujuran tersebut, Agusnardi menjelaskan bahwa dana didapat dari dukungan komite dikarenakan tidak memungkinkan bila memakai dana BOS. "Alhamdulillah komite support apa yang kami sampaikan di awal tahun lalu terkait rencana pembuatan kantin kejujuran ini," timpalnya.

Tidak sampai disitu, Agusnardi pun memiliki konsep dengan adanya kantin kejujuran maka sekaligus bisa membantu murid-murid yang terbiasa membawa dagangan ke sekolah untuk bisa dititipkan di kantin kejujuran tersebut.

Baca Juga: Gubernur Lampung Pesan Semangat Kebersamaan ke Kontingen Powarnas PWI Lampung

"Kami melihat banyak murid kami yang berdagang juga di dalam kelas. Nah kami berpikir supaya lebih tertib dan bisa membantu mereka maka ada wadah mereka untuk menaruh dagangannya di kantin kejujuran ini. Dengan harapan, dagangan mereka laku terjual tanpa mengganggu proses belajar mengajar di kelas," tandasnya. ***

 

Editor: Riedho Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPKAD : Calon Rektor Unila Tidak Terkait Kasus AOM

Sabtu, 12 November 2022 | 18:17 WIB

Pemkot Metro Jual Telur dan Beras Murah

Selasa, 8 November 2022 | 22:36 WIB

Forum UPK DAPM Lampung Bantu Korban Banjir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:36 WIB
X