KPKAD : Calon Rektor Unila Tidak Terkait Kasus AOM

- Sabtu, 12 November 2022 | 18:17 WIB
Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), Gindha Ansori Wayka (Foto Istimewa)
Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), Gindha Ansori Wayka (Foto Istimewa)

LAMPUNG EKSPOSE - Beberapa waktu lalu masyarakat Lampung bahkan dunia Pendidikan Tinggi di Indonesia terhenyak kaget dan tak menyangka jika sebuah Perguruan Tinggi ternama di Lampung yang menjunjung tinggi moralitas ternyata banyak menyimpan sembilu karena para petinggi diduga terlibat Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang ditangkap secara langsung oleh Lembaga yang memiliki kewenangan terkuat dalam Pemberantasan Korupsi yakni Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

“Kampus idealnya sebagai tempat menempa berbagai jenis keahlian dari generasi bangsa harus tercoreng karena para petinggi diduga melakukan kongkalikong dalam proses penerimaan mahasiswa baru,” terang Gindha Ansori Wayka, Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) yang sekaligus Alumni Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Sabtu 12/11/2022.

Terkait Pemilihan Rektor Unila Pasca ditangkapnya Rektor AOM, Gindha menjelaskan bahwa Pendidikan Tinggi yang diatur melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 beserta turunannya harus mengacu kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah mengamanatkan kepada Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Baca Juga: Hasil Seleksi Lelang Jabatan Pemprov Lampung, Peserta di Tiga Instansi Lanjut Tes Esai dan Wawancara

“Oleh karena tujuan dasar keberadaannya yang Luhur dan Maha Tinggi maka prasyarat Pendidikan Tinggi termasuk Unila, harus menempatkan sosok yang akan mengisi jabatan apapun termasuk Rektor harus diisi dengan pribadi yang berakhlak mulia karena tujuannya untuk kemajuan peradaban,” lanjut Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana Fakultas Hukum Unila (Hima Pidana FH Unila) ini.

Menurut Gindha, calon yang diusulkan oleh Civitas Akademika (Kampus) harus benar-benar dipastikan bersih dari kaitannya dengan Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rektor yang terjadi di Unila beberapa waktu lalu.

“Untuk menghindari konflik kepentingan, maka kami minta agar Civitas Akademika Unila mengusulkan nama-nama Calon Rektor yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan integritas yang mumpuni dengan dibuktikan bahwa sang calon tidak terkait sama sekali dengan Kasus yang menimpa Rektor AOM,” ujar Alumni Cum Laude Magister Hukum FH Unila 2010 ini.

Baca Juga: Warga Minta Jalan Kabupaten Diperbaiki.

Lebih lanjut, Gindha menuturkan bahwa pentingnya sosok Calon Rektor tidak terlibat dalam pusaran Kasus Rektor AOM karena untuk kembali menata citra Kampus Unila yang sempat terpuruk secara luar biasa di tengah masyarakat.

“Sebagai alumni dan bagian dari masyarakat Lampung dalam rangka memberikan sumbang saran untuk kembali menata kepercayaan publik, maka Unila harus mengajukan sosok calon Rektor yang tidak sama sekali terlibat dalam hal OTT Rektor AOM beberapa waktu lalu,” lanjut Pria Kelahiran Negeri Besar, Way Kanan ini.

Halaman:

Editor: Dimas Febiyansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPKAD : Calon Rektor Unila Tidak Terkait Kasus AOM

Sabtu, 12 November 2022 | 18:17 WIB

Pemkot Metro Jual Telur dan Beras Murah

Selasa, 8 November 2022 | 22:36 WIB

Forum UPK DAPM Lampung Bantu Korban Banjir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:36 WIB
X