• Sabtu, 1 Oktober 2022

Hasil Tinjau TKP, Komnas HAM Sebut Tidak Ada Indikasi Penyiksaan Brigadir J

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:38 WIB
Ilustrasi Komnas HAM (/Instagram @komnas.ham)
Ilustrasi Komnas HAM (/Instagram @komnas.ham)

LAMPUNG EKSPOSE - Kasus Kematian Brigadir J terus bergulir perkembangan dan hasil pandangan dari sejumlah pihak. Komnas HAM yang sejak awal memantau kasus ini selalu memberikan update terkini.

Teranyar kabar dari Komnas HAM, lembaga ini telah menyatakan tidak menemukan indikasi penganiayaan yang diterima Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang tewas diduga dibunuh dan diotaki oleh Ferdy Sambo.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung mengungkapkan almarhum Brigadir J hanya mengalami luka tembak. Hasil itu didapat setelah Komnas HAM meninjau langsung TKP yang diduga ada penembakan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Sales dan Marketing Ternyata Berbeda Jauh, Penjelasannya sampai soal Pendapatan

"Indikasi penganiayaan atau penyiksaan tidak ada. Ya dari keterangan itu ya memang luka tembak aja," kata Beka dikutip Lampungekspose.com dari PJMnews.com di kantor Komnas HAM kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 15 Agustus 2022.

Komnas HAM mengklaim sangat kecil kemungkinan adanya indikasi penganiayaan yang dialami Brigadir J. Hal itu didasari berdasarkan keterangan dan rangkaian peristiwa pembunuhan Brigadir J.

"Terkait dengan penganiayaan, jadi kami tidak menemukan indikasi terkait penganiayaan, jadi ini tentu saja didasarkan pada keterangan yang ada di Komnas plus dari soal rangka waktunya," tuturnya.

Baca Juga: Pendaftaran Parpol ke KPU : 24 Lengkap 16 Masih Diperiksa, Ada Parpol Prima dan Nama Baru Lainnya

"Artinya dari CCTV ini itulah kemudian indikasi soal penyiksaan itu menjadi sangat kecil," sambungnya.

Lebih lanjut Beka menjelaskan, pihaknya sampai saat ini sedang mendalami siapa saja pelaku penembakan Brigadir J. Dimana sesuai hasil pemeriksaan, Ferdy Sambo menjadi orang yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Halaman:

Editor: Riedho Pratama

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkeu RI Intip Sistem Pengelolaan DD di Natar

Jumat, 2 September 2022 | 09:58 WIB

Kasus Kematian Brigadir J, Wapres : Kita Tunggu Saja

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:42 WIB

Jokowi Plus Ganjar - Erick Sita Perhatian di CFD Solo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:29 WIB

Kemenkes Luncurkan Platform SatuSehat

Kamis, 28 Juli 2022 | 13:43 WIB

Mendag Zulhas Kunjungi Lampung Lagi, Ada Apa?

Selasa, 12 Juli 2022 | 15:23 WIB
X