Desa Pemanggilan Bimtek Cara Budidaya Lele

- Rabu, 13 Juli 2022 | 21:04 WIB
Balai Desa Pemanggilan (Rahmat hidayat)
Balai Desa Pemanggilan (Rahmat hidayat)

LAMPUNG SELATAN, lampungekspose.com - Pemerintah Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan melaksanakan bimtek pelatihan pengenalan teknologi tepat guna terkait budidaya perikanan di balai desa setempat, 13 Juli 2022.

Bimtek ini terkait budidaya ikan lele melalui program ketahanan pangan berbentuk hewani dimana untuk ketahan pangan dialokasikan sebesar 20 persen dari Dana Desa (DD)

Kepada Lampung Ekspose, Kepala Desa Pemanggilan Hasbi mengatakan dalam ketahan pangan mereka mengalokasikan dengan membuat kolam lele, dimana dalam kegiatannya memerlukan bimbingan dari para ahli. "Maka kami melakukan bimtek terkait pembudidayaan ikan lele supaya bisa menghasilkan dengan maksimal," ujarnya.

Lanjutnya, diharapkan setelah dilaksanakannya bimtek ini kedepannya dapat berkembang dalam pemberdayaan baik pembibitan, pakan, hasil, serta pemasaran. "Terutama di masyarakat kita ini dapat memberi peluang usaha dalam meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.

Balai Dasa Pemanggilan (Rahmat hidayat)

Oktarina sebagi penyuluh perikanan Kecamatan Natar mengatakan pihaknya memberi bimtek terkait budidaya ikan lele di media terpal, yang diperuntukan untuk masyarakat Desa Pemanggilan. "Kami memberikan ilmu serta diskusi terkait pemberian pakan, terkait penyakit dan pemasaran. "Intinya budidaya ikan itu kalau mau dapat hasil, Kita balikin lagi kepada pribadinya, mereka itu budidaya ikan untuk mencari hiburan, suka-suka atau ingin mendapat keuntungan. Kalau merek ingin mendapatkan keuntungan dari awal sudah mempersiapkan kolam, pemilihan benih, pengisian air, kualitas air, pemilihan pakan, sampai tahap permanen dan pemasaran harus kita pantau dengan baik," ungkapnya.

Lanjutnya, terkait pemilihan benih ikan yang baik dengan ditebar benih ikan dia berenang dengan aktif, dimana benih ikan yang ditebar sudah mengapung atau berdiri itu tidak baik, Namun ada kemungkinan ikan yang ditabur di kolam itu berdiri atau mengapung bisa diakibatkan karena ikan stres terkait pengangkutan dalam perjalanan.

"Dalam pemilihan bibit ikan harus tau dari mana ikan itu berasal jangan memilih asal murah tetapi tidak menjamin kualitasnya, Di Natar kita sudah mempunyai Unit Pembenihan Rakyat (UPR) sudah dibina dari dinas perikanan, juga dibina oleh saya penyuluh perikanan, di Bandar rejo ada pak wahyu di Natar juga ada Balai benih ikan dan dapat dicari disana," ungkapnya.

Terkait pemberian pakan, Oktarina menjelaskan, ikan itu sama saja dengan bayi sejak awak diperlakukan makan harus dilakukan dengan cara yang sama dimana memberi makan pagi jam 7 dan sore jam 5 maka kedepannya harus sama, supaya hasilnya maksimal.

Halaman:

Editor: Rahmad Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X